(1) Goodbye


Melepasmu

Terhitung dari awal pertama kali kita bertemu, di bawah riuh bintang menyapa bulan. Itu juga yang kita lakukan, menghabiskan waktu dengan senyum penuh syukur dengan mengucap “aku telah bertemu dengan takdirku” kala itu. Tidak ada perasaan cemas akan hari esok karena aku telah menemukan tangan yang akan mengenggam tanganku, bahu untuk bersandar saat lelah dengan dunia, juga kaki yang akan menemani sejauh langkah yang dilalui bersama selamanya.
Selamanya.
Selamanya.
Selamanya.
Aku yakin, kamu? Apakah kamu juga sama? Kita pernah melewati dingin malam. Juga, cerita tentang keluarga kamu, teman lama kamu, dan apa yang kamu lalui hari ini sambil dengerin live music di salah satu mall dekat kampus kita.  Tapi, kamu nggak suka acara music padahal aku suka banget. Itulah bedanya kita. I have loved you since said Hello.
Aku nggak pernah tau arah hati ini akan menyayangi siapa. Siapa yang membuat nyaman, siapa yang membuat sabar, siapa yang membuat aku mengerti bagaimana rasanya bersyukur atas diberinya rasa ini. It’s difficult to find someone whom you can tell every detail your day without feeling like you are being clingy. Dan kamu, kamu selalu menjadi rumah untuk aku pulang. Aku telfon kamu, aku cerita gimana kuliahku tadi sore. Juga, gimana hasil wawancaraku untuk ikut salah satu kepanitiaan walaupun ditolak hehehe. Tapi, kamu nggak berhenti nasehatin aku untuk jadi manusia yang lebih baik lagi dengan caraku. Kamu dukung hobi aku, kamu dukung apa yang aku suka. Kamu mau dengerin lagu-laguku yang bagi kebanyakan orang super old-school. Kamu orang baik. Kamu nggak selalu menempatkan orang lain diatas kepentingan kamu. Tapi, kamu selalu tau siapa orang yang kamu ulurkan tangan sesuai prioritas. Kamu selalu menyiapkan segala sesuatu dengan baik. Seperti, kamu nggak butuh orang lain untuk membantu kamu. Kamu benar-benar tau bagaimana caranya agar kita tetap bersama. What did I do to deserve you, you tell me what did  I do. Even if I went and lost myself you always know where to find me.
Tapi lambat laun, kita sadar ada sesuatu yang emang nggak bisa dipaksakan sesuai apa yang kita mau. Hati bukan hanya milik aku dan kamu, tapi juga milik Dia. Lambat laun, kita mengerti ada sesuatu yang emang nggak bisa jalan sesuai apa yang udah kita rencanakan. Pun, lambat laun kita paham bahwa semesta selalu memberi yang terbaik dari apa yang sudah kita anggap paling baik.The saddest part is you have to leave him but your heart always says no. I love you but I’m letting go. Perihal menerima dan berprasangka baik kepada Sang Pencipta itu selalu menjadi masalah utama.
Kecewa, iya kecewa karena berakhir bukan semestinya. Life is very simple. It only contains happiness and sadness. You can choose both or one. But, there is always rainbow after rain falls. Selalu ada hal yang bisa kita pelajari. Dan aku selalu bersyukur kamu hadir, meskipun singkat.
Meskipun kita belum menyelesaikan apa yang sudah kita mulai atau mungkin kita sudah selesai dengan cara Tuhan. Masih ingat mimpi kita pergi ke kota istimewa saat libur ini, bukan? Semoga impian kita yang lain juga bisa terlaksana, semoga janji kita bisa terkabul walaupun bukan aku atau kamu yang saling mewujudkannya. Bisa juga orang yang kamu pilih didepan nanti untuk menggantikanku. 
Aku pernah membaca pada lini masa, sekiranya tepat untuk saat ini “If I could turn back time, I would still choose to fall for him. I didn’t regret a second. He was the one who taught me how to control my life and more patient. He is a lesson but not a destination. But a nice goodbye is never really a goodbye. As long as we had a chance to see each other again, I just wanna say Hi.”
Aku sungguh-sungguh berterimakasih diberi kesempatan untuk mengenali, menemani, dan menyayangimu sekuat yang aku bisa. I have learned so much from you. You were the sugar to my coffe. You were the candle to my sweet 20th birthday cake. You were the answer to my prayers. take care yourself now.  You are loved, you’ll be fine so am I.  I’m prepared. I’ll be good as it should. See you!
                                                                                                                     Bintaro, 23 Juli 2019
                                                                                                                                     Tertanda,                               
                                                                                                                               Yang pernah berjuang.

Komentar

Postingan Populer