(4) Teman Baru, Ilmu Baru


Teman Baru, Ilmu Baru

Well, kalian pernah nggak sih kaya haus untuk ketemu sama orang asing yang ngasih pembelajaran baru. Pernah nggak saat ketemu orang kaya “wah seru banget harusnya kenal dari dulu nih!” atau “gak nyesel tadi ngajak ngobrol ternyata banyak hal baru yang didapet”. Seneng nggak?
Kemarin, aku baru aja ketemu dengan salah satu komunitas di daerah Bekasi. Aku pertama kali ketemu dan mereka benar-benar hangat. Becanda tapi tau batas, menyapa dengan ramah ke sesama, dan mengingatkan sesuatu yang memang perlu. Aku cari tahu background mereka yang ternyata wah oke banget nih ternyata sekeren itu. Mereka besar karena mereka tidak pernah meremehkan orang, justru membantu orang lain untuk bisa seperti mereka atau bahkan lebih. Cara mereka berdiskusi yaitu apresiasi setiap pendapat yang di utarakan oleh anggota. Kritik dan saran dari anggota itu sungguh dibutuhkan. Agar sejalan dengan visi-misi awal namun tetap ada penyesuaian dengan apa yang terjadi sekarang. Karena grup tanpa dialog itu mati.
Mereka mencoba menjadi manusia yang go green. Mungkin emang klise dan sudah banyak yang menyuarakan namun sering kali hanya ada di poster semata, tidak benar-benar dilakukan. Tapi, mereka beda. Tiap anggota membawa botol tumblr sendiri, yap satu langkah kecil untuk mengurangi plastik. Dan saling mengingatkan sebisa mungkin. Template ya “mengurangi” bukan “menghilangkan”. I mean, kita nggak bisa langsung menghilangkan total penggunaan plastik sehari-hari tapi…. kita bisa mengusahakan untuk menguranginya. Dan, aku cukup malu karena aku belum terlalu aware terkait diet plastik ini. Karena aku pernah berfikir bahwa “nggak ada gunanya juga kalo yang baik itu hanya satu orang, nggak ngaruh ke bumi, and we know that bumi ya tetap rusak” namun sekarang aku tau “melakukan suatu kebaikan itu sebagai rasa hormat ke diri”. Tubuh kita layaknya sebuah tanaman hias, yang dirawat dengan pupuk lalu tumbuh bunga yang indah atau bisa mati karena jamur. Iya kebaikan itu adalah pupuk dan begitupun melakukan keburukan bagaikan jamur. Tetap berusaha menjadi manusia yang berusaha selayaknya manusia.
                                                                                    Bintaro, 22 September 2019

Komentar

Postingan Populer