(5) love what you do

Do what you love, love what you do. Are they different? They are.
Sebelumnya, gue mau jelasin kalo apa yang gue tulis di blog ini emang itu curhatan yang pengen gue tuangin buat jadi kenangan suatu saat ini. Kadang pake gue atau aku itu sesuai mood aja sih, hehe. Semoga gak bikin yang baca gak nyaman ya, ya kalo ada yang baca le.
Oke, gue mau ngomongin topik tentang sesuatu yang udah sering banget kita temui. Orang dengan semangat menyuarakan bahwa “kita harus melakukan apa yang kita suka”. First of all, gue setuju dengan statement di atas. Tapi, gue mulai gak setuju ketika orang beranggapan ya semuanya dilakukan ketika kita suka aja kalo gak suka ngapain dilakuin, wasting time banget. Nah, disitu gue mulai gak cocok seolah-olah hanya melakukan apa yang kita suka aja. Padahal sering kali kita menemukan bahwa kenyataanya kita harus tetap melakukan sesuatu yang sama sekali kita gak suka karena keadaan. Dan disini kita harus belajar untuk mencintai apa yang kita lakukan.
The great way to success is love what you do menurut gue, bukan do what you love. Ketika kita hanya mengerjakan apa yang kita suka. Gimana kita mau berkembang buat nge improve diri? Tantangan dateng silih berganti dan kita hanya stuck ngerjain sesuatu yang menurut kita suka. Kita masih muda cuy, nyesel gak sih kalo pengalaman kita gitu-gitu aja. Hmm, padahal bekal kita tua nanti ya ilmu yang udah kita dapetin sebanyak mungkin saat muda. Karena saat tua nanti, hal yang bisa kita banggakan cuma pengalaman. Singkatnya, kalo hanya melakukan apa yang kita suka, bagaimana kita mau keluar dari comfort zone? Seru loh belajar sesuatu yang baru. Dapet ilmu baru yang bisa diimplementasikan untuk masa depan.
Gue pernah di titik, gue gak suka sesuatu tapi gue harus menyelesaikannya hingga tuntas. Iya, tentang kuliah gue. Saat gue waktu itu harus ninggalin sesuatu yang gue suka dan decisionnya gue pilih kuliahan gue sekarang itu nggak mudah. Gue struggle awal-awal. Dan gue nyari cara gimana gue setidaknya damai dengan keputusan gue kali ini. Mulai dari pertemanan, ikut kepanitiaan, cari info alumni yang keren yang sekiranya bikin gue termotivasi, dan lain hal. Sekarang, pelan-pelan gue mulai nyaman dengan kampus gue. Orang itu kadang belum nyoba tapi udah bilang gak bisa. Justru itu benteng yang harus lo tembus, bukan nyerah gitu aja. Tapi, gue percaya banget sama proses. Dan gak mungkin berubah gitu aja dalam hitungan jam. Enjoy nikmatin proses tapi berprogress ya. But don’t push yourself too much. Template kata-kata gue “Kita manusia bukan robot, kita punya emosi. Kita bisa ngerasain sedih, marah, kecewa, suka, bahagia. Bukan hanya emosi positive aja. Dan itu sungguh-sungguh wajar saat lo rasain. Tapi tetep pada porsinya.”
Dan untuk orang-orang yang sekarang lagi di posisi harus menyelesaikan sesuatu yang sekiranya lo gak suka, lo gak nyaman, dan lo ngrasa lo gak bakal bisa selesai dengan baik. Lo tuh bukannya gak bisa tapi lo belum nyoba, nyoba yang terbaik dari apa yang harusnya lo lakuin.


  

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer