(6) NESOCUP: Neo Social Culture Project

Neo Social Culture Project 
Wah long time no chit chat di blog. Apa kabar teman-teman? Saya sekarang mengerti blog ini untuk apa. Kadang kaya bingung materi ini masuk blog atau masuk Instagram aja yah. Dan sepertinya, blog ini lebih kepada diary yang berisi resah gelisah maupun suka cita yang saya rasakan di kehidupan. Oh ya, saya punya social platform di Instagram namanya nesocup. Nesocup ini di bentuk tahun 2018. Awal mula sebenarnya terbentuk karena saya suka menulis artikel tentang berita terbaru atau informasi yang menarik bagi saya. Nesocup itu Neo-Social Culture Project. Dengan tagline “Seeing a goodness from people around you”. Di dalam KBBI sendiri Neo adalah -/neo/ bentuk terikat baru atau yang diperbarui. Social sendiri lebih kepada hubungan antara manusia dengan manusia yang lainnya. Kemudian menurut Linton, Culture adalah keseluruhan sikap dan pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan dan dimiliki oleh suatu anggota masyarakat tertentu. Dan terakhir Project adalah suatu usaha yang memiliki sasaran untuk menciptakan suatu produk atau hasil yang selalu melibatkan ide untuk mencapai tujuan tertentu.
Bagi saya sendiri, Neo Social Culture Project ini merupakan sebuah platform bagi saya maupun teman-teman yang ingin menyalurkan ide dalam bidang social maupun berbagi informasi terbaru dengan cara penyampaian baru sesuai dengan perkembangan zaman. Karena menurut saya, peradaban memang tak kan pernah mati dan akan terus berkembang. Terdapat 3 program dalam nesocup ini yaitu Love, Share, dan Care.
1.       Love
Manusia dihadapkan dengan kecanggihan teknologi. Dan kita harus menyeimbanginnya. Love ini berisi tentang seputar artikel yang berisi tentang informasi menarik yang ditujukan untuk teman-teman. Saya percaya bahwa segala berita yang baru kita baca adalah ilmu baru walaupun itu berita lama. Dan saya juga percaya bahwa tinggi derajat seseorang dilihat dari ilmu yang dia punya. Ilmu bisa di dapat dari mana saja. Ilmu adalah hal yang tak terbatas. Segala hal merupakan ilmu. Ilmu bukan hanya tentang pelajaran akademik yang di dapatkan di sekolah. Bagaimana kita melipat baju dengan baik, bagaimana mengontrol emosi dengan baik, atau bagaimana caranya menabung bisa kita dapat dari membaca. Nah dari sini, saya ingin menumbuhkan minat baca teman-teman melalui cara baru.
2.       Share
Share disini merupakan cerita dari teman-teman sekitar yang menginspirasi. Menurut saya, setiap orang mempunyai kisahnya masing-masing yang bisa dibagi kepada orang lain. Walaupun orang tersebut bukanlah motivator yang biasa mengisi seminar, bukan orang yang mempunyai jabatan tinggi di kantor, atau bahkan bukan pula orang yang mempunyai kekayaan yang melimpah. Namun, sesuai tagline platform yaitu “Seeing a goodness from people around you”. Baik atau pun buruknya sesuatu memang perspektif dari setiap individu. Kebaikan ini sendiri menurut teman-teman yang sudah bersedia menceritakan pengalamannya di nesocup. Saya berusaha mengapresiasi tiap-tiap dari mereka. Alasan mengapa saya menunjukkan identitas dan wajah mereka agar saya ingin mereka percaya diri dengan apa yang mereka punya. Hal yang mahal saat ini adalah kepercayaan diri. Saya sadar betul saa mereka cerita mungkin malu atau merasa bahwa mereka tidak layak untuk menceritakan tapi semua akan terbayar saat mereka jujur kepada dirinya sendiri. Dan akan menjadi nilai plus apabila yang membaca bisa mengambil pelajaran dari kisah yang mereka bagikan.
3.       Care
Untuk jangka panjang, saya ingin nesocup bisa menjadi platform untuk penggalangan donasi yang ditujukan untuk membantu orang yang membutuhkan yang tentunya di sekeliling kita terlebih dahulu. Karena, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. Saya sungguh berterima kasih kepada founder maupun relawan yang bahu membahu mengembangkan komunitas social yang mereka dirikan untuk menolong sesama. Secara hitungan, materi kita memang akan berkurang saat kita mendonasikan uang kita namun rasa kepuasaan dan bahagia saat bisa melihat senyum orang lain yang membutuhkan uluran tangan itu benar-benar menjadi timbal balik yang lebih dari cukup. Dan sekarang, saya memang belum bisa membuka program ini. Saya paham, bahwa sebuah platform social untuk menggalang donasi sebaiknya sudah dipercaya oleh masyarakat. Banyaknya kasus penipuan atas nama donasi sudah banyak. Untuk meminimalisir hal itu, saya masih ragu untuk melakukannya. Terlebih, saya masih mengurus akun ini sendiri.
Saya tidak pernah kecewa saat followers nesocup belum mencapai 100 atau saya tidak pernah kecewa likes yang di dapatkan belum banyak. Karena, saya disini murni untuk berbagi dan menyalurkan hobi  kepada teman-teman sekalian. Kadang ada yang mengapresiasi di kolom komentar, saya sungguh senang karena kalian secara tidak langsung mendukung adanya akun ini. Singkatnya, mari menjadi manusia yang setengahnya manusia lain. Saya percaya apa yang ada dalam diri saya terdapat hak dari manusia yang lain. Apa yang saya punya, sebagian pasti ditujukan untuk orang lain namun semesta memberi pada diri saya dan harus saya salurkan kepada yang lain .

Komentar

Postingan Populer